Saluran Irigasi Sekunder Clangap Putus, Tiga Desa Terancam Gagal Panen

Saluran Irigasi Sekunder Clangap Putus, Tiga Desa Terancam Gagal Panen

Category : Berita

DS – Saluran sekunder Daerah Irigasi Rakitan, Petambakan, dan Rejasa putus total. Pipa irigasi sepanjang kurang lebih 70 m yang menyeberang di atas Sungai Clangap dari utara ke selatan putus 30 m di sisi selatan. Akibatnya aliran air jatuh terbuang ke sungai Clangap. Diperkirakan putusnya saluran irigasi yang terbuat dari pipa besi ini karena korosi akut mengingat usia saluran yang sudah sangat tua. Pipa tidak kuat menampung beban air.
“Kejadian putusnya saluran pada hari Rabu 28 Agustus lalu kurang lebih pada pukul 17.00 WIB” kata Kades Petambakan Herry Setyo Pranadi, Senin (02/09) di lokasi putusnya pipa saluran irigasi.

Mengingat vitalnya peran saluran irigasi ini terhadap perekonomian warga dan juga kebutuhan pangan warga, imbuh Heri, pihaknya sudah berkirim surat ke Dinas terkait. Harapannya, permasalahan ini segera tertangani karena fungsinya yang sangat vital bagi rakyat kecil.
“Hari ini sudah ditinjau oleh Kepala Dinas Pertanian langsung. Juga oleh Kepala BPBD, dan Dinas PU. Harapan kami untuk segera ditindaklanjuti. Kalau terlalu lama dikhawatirkan akan banyak petani yang gagal panen” katanya.

Di dalam catatan kami, saluran irigasi ini mengairi kurang lebih 160 ha areal persawahan yang ada di tiga wilayah yaitu Desa Rakitan, Desa Petambakan, dan Kelurahan Rejasa. Yang miris bagi kami, kata Heri, musim tanam padi sudah dimulai pada kurang lebih 1 bulan ini.
“Masa-masa ini merupakan masa padi membutuhkan air dalam jumlah banyak. Apabila tidak segera terairi dikhawatirkan panen padi untuk musim ini dapat mengalami kegagalan” katanya.

Sarbini (50 Th), pemilik tanah sawah di desa Petambakan mengatakan akibat putusnya saluran irigasi Clangap sudah sejak hari Kamis ini sawahnya belum terairi air. Dirinya, dan para petani di tiga desa mengandalkan panen padi untuk menyambung hidup, karena itu Dia dan teman-teman petani lainnya cemas apabila sawah tidak segera terairi. Untuk mengambil dari saluran irigasi Limbangan tidak cukup untuk wilayah ini, apalagi sekarang ini lagi musim giliran.
“Mohon perhatian Bapak-Bapak pemerintah, bagaimana caranya saluran air secepatnya diperbaiki, karena dari sawah itulah kami mengantungkan hidup” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banjarnegara Toto Setya Winarna dihubungi lewat telepon memastikan dalam dua-tiga hari ini masalah tersebut akan segera ditindaklanjuti. Saat ini, Dia dan Dinas terkait lainnya tengah membahas penanganan masalah tersebut. Pada hari ini juga, Dia dan dinas terkait telah meninjau langsung lokasi putusnya saluran irigasi di bawah jembatan Clangap lama.
“Pagi ini saya bersama teman-teman telah meninjau lokasi dan bertemu juga dengan Kades Petambakan serta Penyuluh Pertanian di lokasi yang sama. Para petani tidak perlu khawatir karena dalam waktu 2 – 3 hari akan segera ada tindak lanjutnya” katanya. (*_eKo)


Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Peta Lokasi

September 2020
M T W T F S S
« Aug    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Gallery

WhatsApp Image 2019-09-02 at 13.17.19 SEKDA-TENGAH-PAPARAN-PENATAAN-ALUN2-1024x634 Jembatan Clapar Mutlak Dibutuhkan Warga jalan
kartal escort pozcu escort bayan