Jalur Plorengan – Simego Pekalongan Segera Dibangun dengan Dana 12 M

Category : Berita

BANJARNEGARA – Jalur menuju Kabupaten Pekalongan yang melewati Desa Plorengan di Kecamatan Kalibening melalui Simego segera dibangun tahun 2021 awal, dengan dana APBD Kabupaten.

Kepastian tersebut disampaikan Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono saat cheking ke lapangan, Minggu (9/8/2020).

Bupati bersama DPU kabupaten Banjarnegara, Dinas Kominfo. Camat dan Muspika Kalibening meninjau langsung kondisi jalan
dari perbatasan Plorengan hingga batas kabupaten Pekalongan di Simego.

Sepanjang jalan kondisinya rusak parah, dengan batu-batu besar yang curam dan membahayakan pengguna jalan. Ada jalan setapak yang dibeton warga selebar setengah meter di tepi jalan. Dimaksudkan untuk sekedar jalan sepeda motor atau pejalan kaki. Namun kondisinya pun telah rusak.

Beberapa mobil rombongan bupati kandas, tak kuat merayap di tanjakan yang ekstrem dan berbatu serta berlobang terjal.

Bupati menyampaikan rasa prihatinnya dengan kondisi jalan tersebut. Ia mengatakan telah memikirkan nasib jalan ini sejak awal tahun, namun karena fokus tersita penanganan corona, mau tak mau pembangunan jalan di jalur tersebut tertunda.

“Saya prihatin, mengapa masih ada rakyat saya yang belum merdeka. Dengan kondisi jalan seperti ini kan bahaya sekali. Bagaimana caranya anak-anak ke sekolah? Lalu bagaimana warga kami yang mayoritas petani yang hidup di sekitar hutan ini bisa mengangkut hasilnya ke kota, dan ibu-ibu yang hendak melahirkan bagaimana?,” ucapnya sedih.

“Untuk itulah saya mohon maaf, saya terlambat memegang Banjarnegara. Sekarang tak melihat ini jalan milik siapa, akan kita bangun karena ini jalan banyak manfaat untuk rakyat saya, mohon sabar tahun depan, di awal tahun Pemkab Banjarnegara akan mulai bangun jalan ini,” imbuh bupati

Melihat potensi yang ada, Budhi Sarwono juga mengharapkan Pemkab Pekalongan menyambut pembangunan jalan hingga perbatasan dua kabupaten tersebut, dengan membuat jalan yang bagus mulai dari Simego.

“Kami sudah melihat sekilas potensi di sepanjang jalan, ini luar biasa. Banyak potensi wisata. Bisa dibangun rest area, wana wisata hutan pinus, dan spot-spot selfi. Insyaallah jika Pekalongan menyambut, ke depan ini jadi jalur wisata yang tak kalah dengan Bitingan Banjarnegara dan Sigemplong Batang,” harap Budhi.

Sementara itu Kabid Bina Marga DPU PR Kabupaten Banjarnegara. M. Arqom al Fahmi, menerangkan, total panjang jalan Plorengan-Simego 5 kilometer dengan lebar 4 meter siap dibangun tahun depan.

“Sebenarnya tahun 2020 sudah dianggarkan 3 miliar untuk menangani 2,8 kilometer. Namun berhubung ada Covid kita refocusing dan usulkan lagi di tahun 2021,” jelasnya.

“Sehingga dintahun depan total 5 kilometer dianggarkan 12 miliar. Dengan agregat 2 lapis, 10 centimeter,” imbuhnya.

Camat Kalibening, Waris Puji Rahayu sangat gembira dengan apresiasi bupati pada kondisi infrastruktur di wilayahnya.

“Jalan ini sangat penting, dan merupakan akses tercepat menuju Pekalongan dan sekitarnya, begitupun sebaliknya. Saya optimis Ini akan jadi jalur favorit juga ke Dieng,” harapnya.

Kades Plorengan Risno dan Kasi Perencanaan Desa, Jamil sangat senang dengan kepastian dibangunnya jalan ini.

“Inilah mimpi warga kami. Bertahun-tahun kami menantikannya. Terimakasih Pak Bupati,” ujarnya haru. ***


Pembangunan Tetap Berjalan, Banjarnegara Berhasil Sisihkan Anggaran 200 M

Category : Berita

BANJARNEGARA – Di saat beberapa daerah di Jawa Tengah kesulitan anggaran untuk pembangunan karena terkuras untuk penanganan pandemi Corona, Pemkab Banjarnegara berhasil mencadangkan dana kurang lebih 200 miliar untuk membiayai pembangunan daerah, sehingga kegiatan infrastruktur khususnya pembangunan dan peningkatan jalan tidak terganggu. Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono, mengatakan hal tersebut saat meninjau proyek peningkatan jalan dari jalur kompleks SKB (Parakancanggah) – Sokayasa – Tlagawera – Argasoka hingga Gemuruh, hari ini, Senin (8/6/2020).

Budhi menyatakan, bahwa kegiatan pembangunan di Banjarnegara tidak terlalu terdampak oleh pandemi Covid-19. Kegiatan fisik di 20 kecamatan telah dilelang dan sudah berjalan.

“Banjarnegara tetap siaga Corona, tapi pandemi Covid-19 itu tak terlalu berpengaruh pada kegiatan infrasruktur. Pembangunan dan peningkatan jalan telah mulai bahkan mencapai sepertiga dari total volume kegiatan,” kata Bupati Budhi.Sarwono di lokasi.

Dia menambahkan, memang dengan adanya wabah Covid-19 (virus corona), anggaran untuk infrastruktur dipangkas cukup besar. Dari sekitar Rp 240 miliar untuk infrastruktur telah dikurangi Rp. 57 miliar untuk penanganan virus corona.

“Anggaran yang tersisa sekitar 200 milar atau tepatnya 183 miliar lebih, kita maksimalkan untuk pembangunan. Jadi pembangunan di Banjarnegara kembali menggeliat, tidak boleh terdampak corona berlama-lama,” imbuhnya.

Bupati menjelaskan strateginya sehingga bisa menyisihkan anggaran sebesar itu. Hal tersebut tak lain karena Pemkab cermat dalam memprioritaskan alokasi anggaran yang benar-benar memberi manfaat untuk rakyat. Disamping itu, anggaran yang hanya pemborosan seperti perjalanan dinas, otomatis dipangkas.

Banjarnegara, kata Budhi, juga tak melulu menggantungkan pada dana dari luar APBD seperti DAK, PHJD, Banprov, dan lainnya.

Kebanggaan

“Kuncinya kita adalah kemandirian dan kehati-hatian. Saya yakin jika cermat mengelola APBD sesuai prioritas disertai prinsip kehati-hatian, kita bisa mandiri mengatasi masalah yang ada dengan APBD. Jadi kita jangan tergantung dengan DAK dari pusat atau, bantuan provinsi, karena kalau APBD dikelola dengan baik pasti cukup. Dan Ini sebuah kebanggaan bagi kami,” ungkapnya.

Ia mencontohkan ada sebuah daerah yang membatalkan 78 dari 82 proyek perbaikan jalan, karena semua anggaran dari APBD, DAK, dan PHJD, ludes untuk penanganan Covid-19. Yang tersisa tinggal dana dari Banprov untuk beberapa ruas jalan. Itupun jumlahnya juga sudah terpangkas.

“Kok bisa seperti itu?,” ujarnya heran, “Kalau Banjarnegara sudah kita rencanakan sejak awal dengan cermat. Jadi walau pandemi masih berlangsung, kita masih terus membangun.”

Tak hanya itu, Budhi juga menyatakan, Pemkab Banjarnegara berhasil menyalurkan Bantuan Sosial Tunai (BST) dari dana APBD sebesar Rp. 600.000,- / KK untuk tahap pertama, dan tengah bersiap untuk pendistribusian tahap kedua. Nominal tersebut sesuai dengan petunjuk Pemerintah Pusat dalam hal ini Menteri Dalam Negeri, Menteri Keuangan, Menteri Sosial dan Kemendesa. Jumlah penerima bantuan tercatat mencapai 18.863 kepala keluarga, yang masing-masing menerima Rp. 600 ribu.

Adapun Kepala DPU PR Kabupaten Banjarnegara melalui kabid Bina Marga M Arqom al Fahmi mengatakan, kegiatan peningkatan jalan yang dimaksud bupati sudah mulai berjalan di 20 kecamatan.

“Semua sudah berjalan karena sudah dilelang dengan lancar. Progresnya bagus, meski baru mulai beberapa minggu sudah mencapai sekitar 30 persen, pekerjaan di lapangan tak terlalu terpengaruh pandemi corona,” katanya.

Ia merinci, beberapa pembangunan jalan yang progresnya sudah mencapai lebih dari 30 persen antara lain : Peningkatan jalan dan pemeliharaan jalan di wilayah kecamatan Banjarnegara dengan nilai proyek Rp. 13,4 miliar, Peningkatan jalan dan pemeliharaan jalan di wilayah kecamatan Pagedongan dengan nilai proyek Rp. 29,1 miliar, Peningkatan jalan dan pemeliharaan jalan di wilayah kecamatan Bawang dengan nilai proyek Rp. 12,8 miliar, Peningkatan jalan dan pemeliharaan jalan di wilayah kecamatan Mandiraja dengan nilai proyek Rp. 24,1 miliar. *(Muji P/dinkominfo)*


Budhi Sarwono Tinjau Jalan Alternatif Menuju Kebumen di Sisi Timur

Category : Berita

Banjarnegara – Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono, Senin (20/1/2020) melakukan peninjauan jalan alternatif menuju wilayah Kabupaten Kebumen dari arah timur Banjarnegara, tepatnya dari Wanasari, Kelurahan Argasoka, Kecamatan Banjarnegara.

Ruas jalan tersebut masih belum terbuka sepenuhnya. Dari Wanasari hingga batas Kebumen sepanjang 11 kilometer, bertemu di pertigaan Watubelah-Pesangkalan, masih belum sepenuhnya terbuka karena masih berupa jalan setapak. Jika nanti dibangun, akan satu jalur dengan  Pesangkalan – Sadang yang merupakan batas Kabupaten Kebumen.

Untuk kondisi jalan dari Wanasari sudah halus, bahkan jadi track favorit para penghoby wisata sepeda atau gowes.
“Jalannya bagus hawanya segar dengan pemandangan hutan yang hijau dan asri banyak burung burung beterbangan di sini asyik sekali melewati jalur ini ” kata Bupati.

Untuk benar-benar membuka akses ke  Kabupaten tetangga yaitu Kebumen, Budhi berencana melanjutkan pembangunan ruas jalan tersebut mulai tahun ini.

“Pemerintah segera melakukan persiapan dan kajian agar pembangunan sampai ke Kebumen. Ini untuk menuntaskan strategi Banjar Kebuka, yaitu terbukanya wilayah Banjarnegara dengan daerah terdekat, yakni Kebumen dan Pekalongan,” imbuhnya.

“Insyaallah Banjar kebuka sudah terwujud meskipun belum 100%, kendala kami ada pemerintahan daerah tetangga kurang gayung bersambut. Kami sudah getol membuka akses, sana masih adem ayem, tapi ini segera kami komunikasikan,” ujar Budhi.

Kepala DPUPR Tatag Rochyadi, ST menyampaikan, untuk ruas Wanasari yang berbatasan dengan Kebumen, dalam pembukaan jalan masih perlu ijin dari Perhutani yang prosesnya tidak sebentar.

“Untuk melanjutkan pembangunan jalan yang masih setapak kurang lebih panjang 1,8 km, terakhir kita menangani tahun 2018,” katanya.
“Nantinya akan satu jalur dengan  Pesangkalan – Sadang yang merupakan batas Kebumen. Jadi nilai ekonominya juga tinggi, untuk akses perdagangan dua daerah,” imbuhnya.
Rendy, warga setempat yang ditemui di jalan mengaku sangat senang dengan kondisi jalan tersebut sekarang, karena sangat memudahkan transportasi ke kota.

“Alhamdulillah, kami bawa kayu, bawa hasil bumi ke kota, ongkos transportnya hanya setengah dari ongkos  sebelumnya ketika jalan belum dibangun,” kata Rendy.

“Terima kasih semoga bisa dilanjutkan pembangunan jalan sampai Kebumen, untuk meningkatkan perekonomian,” ujarnya. *(Muji P/Dinkominfo)


Bupati Perintahkan Pembangunan Saluran Air Alun-Alun Dikebut Pengerjaanya

Category : Berita

DS – Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono, memberikan perintah pekerjaan pembuatan saluran air di alun-alun Banjarnegara dipercepat penyelesaiannya. Hal ini dikarenakan sekarang ini sudah memasuki musim penghujan.

“Ini sudah memasuki musim penghujan jadi kalau bisa dipercepat, tetapi dengan tetap menjaga kualitas pekerjaan,” katanya.

Proyek rehabilitasi drainase alun-alun kota Banjarnegara itu dikerjakan sejak 25 Oktober lalu. Targetnya sampai dengan 13 Desember 2019 atau 50 hari kerja pekerjaan sudah selesai. Proyek yang menyerap dana Rp. 462.304.000 tersebut dikerjakan oleh CV Gunung Punjul. Di dalam skema proyek, gorong-gorong tersebut akan dibuka sekalian dan diganti dengan strimin besi agar mudah membersihkannya.

“Jadi ini sesuai rencana yang kita tetapkan sebelumnya. Gorong-gorongnya dibongkar kemudian kita bangun yang bagus, yang kokoh. Untuk kontrol air dan kebersihan, ditutup dengan pelat besi yang mudah dibuka tapi aman,” imbuhnya.

Budhi menjelaskan, idealnya lebar selokan minimal 70 centimeter, dengan tinggi menyesuaikan. Hal ini untuk mempermudah jika terjadi sumbatan.

“Ini sudah bagus, kita dorong agar di awal-awal  atau minggu pertama Bulan Desember ini bisa rampung, mumpung hujannya belum besar benar,” pintanya.

Kasi Kebersihan dan Pertamanan DPKPLH Kabupaten Banjarnegara, Rakiwan SH, menjelaskan, pasca pemindahan Pedagang Kaki Lima (PKL), akhir Juni lalu, pihaknya melakukan sidak bersama bupati dan menemukan banyak sampah busuk di dalam gorong-gorong.

“Setelah dibongkar banyak sekali sampah di dalamnya. Langsung saja kita bedah, kita angkut sampahnya dan salurannya digelontor dengan air,” katanya.

Pasca pindahnya PKL yang mangkal di alun-alun Banjarnegara ke kompleks kuliner, imbuh Rakiwan, Pemkab ingin membenahi alun-alun, dan tidak untuk kegiatan komersial, kecuali kegiatan Car Free Day tiap minggu. * (*_mujiprast/edDS).


Bupati Tinjau Pembangunan Jalan Duren, Warga Ucap Terima Kasih

Category : Berita

DS – Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono, Senin (30/09) meninjau pembangunan ruas jalan Kebutuh jurang- Duren-Kebon dalem hingga Wanadri. Meski pembangunannya belum rampung dan baru mencapai kisaran 80% pekerjaan, namun sebagian ruas jalan yang telah selesai mulai dimanfaatkan warga masyarakat. Penampilan jalan yang mulus dan lebih nyaman untuk dilalui membuat sejumlah warga menyatakan kepuasan dan terima kasihnya pada Bupati yang ditemuinya saat peninjauan.

 

Budhi mengingatkan bahwa jalan Duren meskin sudah halus, namun tipikal jalannya sangat curam.  Pengguna jalan ini dihimbau jangan ngebut. Berkait dengan ini, Dia akan mengajak Forkompinda dan OPD untuk melihat langsung keadaan jalan agar bisa ditemukan solusi keselamatan jalan.

“Tipikal jalan seperti  ini merupakan jalan rawan dan berbahaya. Untuk mencegah terjadinya kecelakaan, kiranya perlu dipasang rambu-rambu jalan demi keselamatan pemakai jalan,” imbuhnya.

 

Ia juga berpesan pada warga Desa Duren dan sekitarnya untuk bisa mendukung sepenuhnya pengerjaan jalan ini,  apabila dalam pembangunan jalan ada permasalahan di lapangan untuk didukung sepenuhnya keamanannya.

“Kalau memang ada tanah yang terkena perbaikan jalan untuk segera diatasi” imbuhnya.

 

Kepala DPU PR Tatag Rochyadi mengatakan, jalan yang menghubungan Desa Kebutuhjurang-Duren-Kebondalem ini dibangun menggunakan anggaran APBD tahun 2019  kurang lebih menelan biaya Rp. 80 miliar. Ditargetkan sebelum musim hujan Nopember tahun ini  ruas jalan ini sudah selesai pekerjaannya.

“Jalan ini dikerjakan dengan  kontruksi rigid  beton  supaya kuat dan tahan lama karena banyak kondisi tanah di desa Duren yang labil.  Sekarang sudah joss, hampir semua,” katanya.

 

Ucapan Terima Kasih Warga

Mbah Mudiarjo (60 th), warga desa Duren Kecamatan Pagedonga menyampaikan terima kasih pada Bupati Wing Cin, begitu Dia menyebut, akan kondisi jalan di desanya yang sekarang jauh lebih bagus. Dia tidak menyangka, mimpi memiliki jalan desa yang bagus dan mulus akan terwujud di uisa tuanya. Mudiarjo meyakini jalan yang bagus dan mulus akan membawa kemudahan pada banyak hal diantaranya adalah memudahkan dan melancarkan sarana transportasi membawa hasil tani ke kota, anak sekolah menjadi lebih mudah, kendaraan lebih awet, dan banyak hal lainnya.

“Matur nuwun Pak Wing Chin. Dalane pun alus. Apa-apa dadi kepenak. Maring kota kepenak, adol hasil tani ya kepenak. Mangkat sekolah bocah dadi sumringah. Wong wadon meteng ya dadi gampang nuju maring Puskesmas” katanya.

 

Keuntungan jalan bagus dan mulus disampaikan Wahudi (35 th), warga Duren, yang baru melintas dari Puskesmas. Ia melewati jalan ini dengan mengendari sepeda motor berboncengan denan anak-istrinya. Perbedaan mulusnya jalan jelas sangat kentara dibandingkan kondisi jalan rusak sebelumnya. Karena itu, Dia mengucapkan terima kasih kepada Bupati Wing Chin yang telah memungkinkan semua ini terjadi.

“Terima kasih Pak Wing Chin. Jalan bagus membuat aktivitas jadi mudah. Perjalanan pergi-pulang dari Puskesmas juga jadi mudah” katanya.

 

Jalan untuk Sarana Peningkatan Ekonomi

Pada peninjauannya kali ini, Budhi menyempatkan singgah di balai desa Duren dan menemui warga di Kantor Desa. Dia menghimbau agar memanfaatkan jalan yang sudah bagus ini tidak hanya sebatas akses jalan untuk keluar masuk desa, namun mulusnya jalan hendaknya dimanfaatkan untuk peningkatan aktivitas yang lebih bernilai seperti halnya aktivitas yang mendorong peningkatan nilai ekonomi warga.

“Warga yang berprofesi pedagang dapat memanfaatkan jalan mulus ini untuk meningkatkan volume perdagangannya karena tidak khawatir akan kesulitan transportasi. Pelaku usaha dapat mengundang investor masuk jauh ke dalam desa, jangkauan anak untuk bersekolah menjadi lebih luas, dan seterusnya,” katanya.

 

Mengingat manfaatnya yang luas dan juga bagi orang banyak, kata Budhi, maka jalan ini harus dijaga dengan baik juga agar kemanfaatannya bisa lama umurnya. Di dalam hal merawat jalan, anggaplah jalan ini seolah milik sendiri sehingga merawatnya akan sungguh-sungguh dan lebih baik lagi.

“Jangan biarkan air mengaliri jalan, nanti jalan menjadi cepat rusak. Kalau drainase jalan terhambat, cepat singkirkan agar air mengalir. Ora perlu pediren. Sapa sing nang pedeke. Apalagi saat musim hujan nanti” pungkasnya. (*_Mujipras/eKo/ed DS)


Jalan Rakitan – Kaliurip, Hidupkan Simpul Ekonomi Rakyat

Category : Berita

ZN – Dibangunnya jalan bagus di Desa Rakitan hingga Kaliurip diakusi masyarakat sekitar desa tersebut sangat membantu dalam menghidupkan simpul ekonomi rakyat. Hal ini disampaikan perangkat desa dan warga yang mayoritas menjadi petani salak saat peninjauan jalan oleh Bupati Budhi Sarwono di lokasi itu, Rabu (25/9/2019).

Jalur yang sedang dibangun adalah ruas jalan dari Rakitan – Kaliurip – Pakelen Kecamatan Madukara, yang menghubungkan ke jalur Jalan Raya Banjarmangu di pertigaan Magangan, sepanjang kurang lebih 8 kilometer dengan lebar jalan 6 meter, dengan dana APBD sebesar Rp. 7.445.000. Saat ini prosesnya sudah sekitar 85 persen.

Bupati melakukan peninjauan hingga ke Desa Pakelen, didampingi perangkat desa setempat. Darman, petani Salak dari Rakitan, mengatakan, dengan jalan yang bagus ini sangat membantu petani salak menjual hasilnya ke kota dan daerah lain.

 

“Walaupun belum selesai seratus persen, tapi jalan ini sudah sangat enak. Terutama di tanjakan Bogoan yang cukup ekstrim, kendaraan saya dapat melintasinya dengan mudah. Padahal saya bawa muatan salak penuh satu bak,” cerita Darman.

 

“Sering terjadi kendaraan enggak kuat, terutama kalau muat banyak, karena semula memang kondisinya cukup parah, khususnya di Tanjakan Bogoan ini,” imbuh Darman.

 

Warga lain, Maryo, dari Rakitan juga mengaku sangat terbantu dengan dibangunnya jalan yang tiap hari dilaluinya itu.

“Pastinya saya sangat senang, bawa salak ke pasar jauh lebih cepat dan mudah, dan masih ada lebihnya. Apa lagi harga salak sekarang sedang lumayan. Alhamdulillah, puji syukur” ujar Maryo.

Bupati Budhi Sarwono mengatakan, dirinya perlu melakukan pengecekan langsung ke lokasi mengingat kondisi jalan tersebut tadinya rusak parah dengan kondisi tanah yang labil.

“Saya tidak percaya  hanya dari laporan, jadi selalu memastikan langsung di lapangan, dengan berpedoman pada spek yang telah ditetapkan. Jalur ini juga rawan, ada beberapa tanjakan dan tikungan ekstrim jadi harus benar-benar bagus,” kata Budhi Sarwono.

Budhi menambahkan, makna jalan ini sangat penting. Disamping sebagai transportasi warga, anak sekolah dan mempermudah layanan kesehatan, dan merupakan jalan ekonomi warga desa sekitar yang mayoritas menjadi juragan dan petani salak.

“Pastinya sangat penting arti jalan ini, anak sekolah bisa lebih mudah ke sekolah. Ibu hamil yang mau ke Puskesmas bisa lebih mudah. Petani salak jadi semakin mudah menjual hasil bumi,” imbuh Budhi.

“Setahun lalu saya meninjau jalan ini dan saya teringat betul Ibu Kades Rakitan waktu itu cerita ada ibu hamil yang pernah jatuh di jalan ini. Semoga tak ada cerita seperti itu lagi.” kata Budhi.

Menurut bupati, Pemkab Banjarnegara sedang mengejar prioritas pembangunan jalan selesai di tahun 2020, sehingga di tahun 2021 bisa kembali memprioritaskan pemberdayaan ekonomi rakyat, pendidikan dan pariwisata.

“Memang hingga 2020, jalan kita utamakan. Tujuannya untuk memberikan kemudahan akses bagi aspek kehidupan lain, seperti pendidikan, layanan kesehatan dan ekonomi rakyat. Jadi jalan yang baik adalah pondasi untuk kebutuhan-kebutuhan itu,” kata bupati.

Kepada kades dan perangkat desa setempat, bupati menghimbau untuk tidak ragu-ragu menggunakan dana desa guna kepentingan pembangunan infrastruktur.

“Yang penting sesuai aturan, kita tidak perlu takut. Kalau kita ragu, takut, pembangunan akan tersendat,” himbau bupati.

Salah seorang perangkat desa Pakelen, Turrohman, yang menemani bupati, mengatakan desanya telah memprioritaskan pembangunan jalan desa sesuai aturan yang ada.

“Bisa dilihat pembangunan di desa kami sudah menyentuh jalan-jalan kampung, dengan kualitas yang baik sesuai bestek. Kami menggunakan aspal hitam yang kuat,” ujarnya. * (muji prast)


Jalan Bagus Jadi Harapan Masyarakat

Category : Berita

BANJARNEGARA – “Kesuwun Pak Bupati, dalane wis alus,” kalimat ini terucap secara spontan dari warga masyarakat begitu tahu Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono, turun meninjau jalan. Pada kunjungan Hari Selasa (17/09/2019) itu bupati didampingi Staf Ahli bidang Pemerintahan Drs Aris Sudaryanto S. Pd MM, Kabag Umum Drs Agung Yusianto M. Si.

Jalan yang ditinjau bupati antara lain : jalan dari Pertigaan Linggasari hingga Gumingsir Kecamatan Wanadadi, Jenggawur hingga Banjarkulon Kecamatan Banjarmangu, Jalan Sembawa Kecamatan Kalibening, dan Paweden Kecamatan Karangkobar.

Di Linggasari, bupati mengecek pembangunan ruas jalan Linggasari – Gumingsir yang sudah mencapai 60 persen. Ruas jalan sepanjang kurang lebih 5 kilo meter dan lebar 7 meter ini menggunakan rigid beton. 

“Saya sudah berkomitmen untuk mengoptimalkan penyelesaian infrastruktur jalan di Banjarnegara,” kata Budhi Sarwono.

Bupati mengatakan, jalan Linggasri-Gumingsir-Pucang ini akan menjadi jalan pintas yang sangat strategis menuju jalan raya maupun kota Banjarnegara dari arah Wanadadi.

“Ini juga akan jadi alternatif dari arah Banyumas menuju Pekalongan, melewati Desa Linggasari dan Banjarmangu. Meski belum sempurna, saat ini jalan tersebut sudah bisa dilalui kendaraan baik roda dua maupun roda empat,” katanya.

Bupati juga menambahkan, jalan dan jembatan yang menghubungkan Desa Pucang Kecamatan Bawang dan Desa Jenggawur Kecamatan Banjarmangu telah rampung tahun lalu, dan telah menjadi akses penting bagi transportasi di Banjarnegara. Khususnya, untuk menopang kepadatan lalu lintas yang yang melalui jantung kota.

Setelah jalan ini jadi, kata Budhi, akan mengubah wajah kota Banjarnegara dan merangsang pertumbuhan kawasan di jalur yang dilaluinya.

“Wilayah yang dilewati jalan besar ini seperti Desa Linggasari dan Banjarmangu dipastikan akan menjadi ramai, dan diharapkan dapat menumbuhkan perekonomian di sepanjang jalur yang dilalui. Selain itu, jalan tersebut juga akan mempercepat akses warga baik di bidang ekonomi, pendidikan atau kesehatan,” tuturnya.

Sementara itu di jalur Karangmanggis Desa Sembawa Kecamatan Kalibening, bupati juga mengontrol pembangunan jalan kabupaten yang menghubungkan Gripit dan Kalibening. Jalan ini juga tengah dibeton, dang pengerjaannya sudah 70 persen. Panjang jalan 6 kilometer dengan lebar 8 meter. Titik yang dikunjungi Bupati adalah pertigaan tanjakan Sembawa. 

“Target kami, Nopember ini sudah bisa digunakan. Semoga tidak terdahului musim penghujan,” kata Bupati.

Budhi menjelaskan, ia telah menetapkan penggunaan konstruksi beton agar nilai pakainya bisa awet alias tahan lama, “Insya Allah kuat sepuluh tahun, jika tidak ada pengrusakan yang disengaja dan terus menerus. Untuk itu semua masyarakat dan pemakai harap ikut menjaga jalan ini,” ujarnya.

Di jalan itu beberapa warga yang ditemui memberikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Banjarnegara yang telah mencukupi salah satu kebutuhan yang sangat penting bagi mereka, yaitu jalan.

“Terima kasih Pak Bupati, jalannya sudah halus. Kami jadi lebih mudah bepergian, untuk ke keperluan kota maupun berobat,” kata pasangan Saefudin dan Ny Kinanti, warga Pandanarum yang melewati jalur tersebut. Mereka membawa serta Nesya, (4 tahun) yang secara kebetulan balita tersebut pernah dibantu Pemkab dalam operasi benjolan di dahi.

Adapun pasangan Pak Tarno – Ibu eny, warga Sembawa merasa bersyukur impiannya melewati jalan bagus hampir terwujud.

“Saya sangat senang, meskipun belum jadi seratus persen, jalannya sudah dilewati dan enak. Kami jadi mudah menjual hasil bumi ke pasar,” kata mereka akur.

Dari barisan pengendara motor juga sempat berhenti untuk menyalami rombongan bupati. Mereka warga Pekalongan yang hendak melintas. Mereka pun  mengucapkan terimakasih, “Kesuwun dalane wis alus,” kata mereka. (Muji P/Dinkominfo)


Saluran Irigasi Sekunder Clangap Putus, Tiga Desa Terancam Gagal Panen

Category : Berita

DS – Saluran sekunder Daerah Irigasi Rakitan, Petambakan, dan Rejasa putus total. Pipa irigasi sepanjang kurang lebih 70 m yang menyeberang di atas Sungai Clangap dari utara ke selatan putus 30 m di sisi selatan. Akibatnya aliran air jatuh terbuang ke sungai Clangap. Diperkirakan putusnya saluran irigasi yang terbuat dari pipa besi ini karena korosi akut mengingat usia saluran yang sudah sangat tua. Pipa tidak kuat menampung beban air.
“Kejadian putusnya saluran pada hari Rabu 28 Agustus lalu kurang lebih pada pukul 17.00 WIB” kata Kades Petambakan Herry Setyo Pranadi, Senin (02/09) di lokasi putusnya pipa saluran irigasi.

Mengingat vitalnya peran saluran irigasi ini terhadap perekonomian warga dan juga kebutuhan pangan warga, imbuh Heri, pihaknya sudah berkirim surat ke Dinas terkait. Harapannya, permasalahan ini segera tertangani karena fungsinya yang sangat vital bagi rakyat kecil.
“Hari ini sudah ditinjau oleh Kepala Dinas Pertanian langsung. Juga oleh Kepala BPBD, dan Dinas PU. Harapan kami untuk segera ditindaklanjuti. Kalau terlalu lama dikhawatirkan akan banyak petani yang gagal panen” katanya.

Di dalam catatan kami, saluran irigasi ini mengairi kurang lebih 160 ha areal persawahan yang ada di tiga wilayah yaitu Desa Rakitan, Desa Petambakan, dan Kelurahan Rejasa. Yang miris bagi kami, kata Heri, musim tanam padi sudah dimulai pada kurang lebih 1 bulan ini.
“Masa-masa ini merupakan masa padi membutuhkan air dalam jumlah banyak. Apabila tidak segera terairi dikhawatirkan panen padi untuk musim ini dapat mengalami kegagalan” katanya.

Sarbini (50 Th), pemilik tanah sawah di desa Petambakan mengatakan akibat putusnya saluran irigasi Clangap sudah sejak hari Kamis ini sawahnya belum terairi air. Dirinya, dan para petani di tiga desa mengandalkan panen padi untuk menyambung hidup, karena itu Dia dan teman-teman petani lainnya cemas apabila sawah tidak segera terairi. Untuk mengambil dari saluran irigasi Limbangan tidak cukup untuk wilayah ini, apalagi sekarang ini lagi musim giliran.
“Mohon perhatian Bapak-Bapak pemerintah, bagaimana caranya saluran air secepatnya diperbaiki, karena dari sawah itulah kami mengantungkan hidup” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banjarnegara Toto Setya Winarna dihubungi lewat telepon memastikan dalam dua-tiga hari ini masalah tersebut akan segera ditindaklanjuti. Saat ini, Dia dan Dinas terkait lainnya tengah membahas penanganan masalah tersebut. Pada hari ini juga, Dia dan dinas terkait telah meninjau langsung lokasi putusnya saluran irigasi di bawah jembatan Clangap lama.
“Pagi ini saya bersama teman-teman telah meninjau lokasi dan bertemu juga dengan Kades Petambakan serta Penyuluh Pertanian di lokasi yang sama. Para petani tidak perlu khawatir karena dalam waktu 2 – 3 hari akan segera ada tindak lanjutnya” katanya. (*_eKo)


Peta Lokasi

September 2020
M T W T F S S
« Aug    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Gallery

WhatsApp Image 2019-09-02 at 13.17.19 SEKDA-TENGAH-PAPARAN-PENATAAN-ALUN2-1024x634 Jembatan Clapar Mutlak Dibutuhkan Warga jalan
kartal escort pozcu escort bayan